Pages

I'M THE GENIUS

Test Footer 2

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Jumat, 30 Desember 2011

Manusia dan Harapan

Harapan adalah angan-angan dari manusia. Manusia mendapatkan harapan dari kehidupan sehari-hari, pengalaman ,pengetahuan dan pergaulan. Berhasil atau tidaknya harapan suatu orang tregantung individu tersebut, apakah iya sungguh-sungguh dalam mengejarnya atau hanya santai saja. Kepercayaan harus berasal dari diri sendiri atupun dari Tuhan.
Sebab-sebab manusia memiliki harapan:
Dorongan kodrat
Dorongan kebutuhan hidup
Kelangsungan hidup (survival)
Keamanan
Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Status

Manusia dan Kegelisahan

Kegelisaha ialah kondisi dimana individu mersa tidak tentram, cemas ataupun ketakutan. Kegelisaha adalah suatu ekspresi dari kehidupan sehari-hari, dimana manusia sering merasakan ketakutan ataupun kecemasan. Menurut Sigmund Freud ada 3 kecemasan yang menimpa manusia yaitu:
Kecemasan objektif
Kecemasan neuritis(saraf)
Kecemasan moril

Manusia dan Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah kesadaran atas sikap dan perbuatan yang dilakukan oleh manusia baik yang di sengaja atau pun tidak. Manusia ada bertanngung jawab bila dia telah sadar apa yang dilakukannya dapat berpengaruh kepada pihak lain selain dirinya. Macam-macam tanggung jawab:
Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap keluarga
Tanggung jawab terhadap masyarakat
Tanggung jawab terhadap bangsa atau Negara
Tanggung jawab terhadap tuhan

Bentuk tanggung jawab yang lain adalah pengapdian dan pengorbanan. Pengapdian adalah perbuatan yang berupa pikiran maupun tenaga yang diberikan secara ikhlas. Pengorbanan adalah pembuktian diri yang dilakukan tanpa pamrih.

Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan hidup tentu saja dimiliki oleh semua manusia,tapi setiap individu tentu memilki pandangan yang ber beda. Pandangan hidup sendiri diperoleh dari pengalaman hidup setiap indivudu. Pandangan hidup dapat di bagi menjadi 3 yaitu: pandangan dari agama, pandangan hidup dari ideology dan pandangan hidup dari renungan. Cita-cita adalah suatu keinginnan individu yang ingin dicapai dalam hidup.
Kebajikan adalah perbuatan baik yang pada hakekatnya sama dengan moral manusia. Manusia adalah makhluk yang baik, karna pada kodratnya manusia adalah makhluk yang bermoral. Usaha adalah kerja keras individu dalam mencapai cita-citanya.

Manusia Dan Keadilan

Keadilan menurut Plato di proyeksikan pada manusia dikatakan adil jika orang menegndalikan dirinya. Sedangkan menurut Socrates keadilan diproyeksikan pada pemerintahan, seperti rakyat aka merasa adil jika pemerintah sudah mengerjakan tugasnya. Dan menurut Kong Hu Cu kedilan jika anak menjadi anak, ayah menjadi ayah, raja menjadi raja dst.
Macam-macam keadilan:
Keadilan legal atau moral
Keadilan Distribusi
Keadilan komutatif

Jumat, 04 November 2011

Manusia Dan Penderitaan


Pengertian Penderitaan
Ngomongin penderitaan berarti kita harus tau arti kata terlebih dahulu. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya  menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa  yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.
Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akiabt siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang  merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
  1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
  2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
  1. gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bisa jasmana maupun rokhani
  2. usaha mempertahankan diri dengan cara negative
  3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
  1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
  2. terjadinya konflik sosial budaya
  3. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative. Posotf; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan  mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk fustasi antara lain :
  1. agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya
  2. regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan
  3. fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu
  4. proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain
  5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
  6. narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain
  7. autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
  1. kota – kota besar
  2. anak-anak muda usia
  3. wanita
  4. orang yang tidak beragama
  5. orang yang terlalu mengejar materi
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
  1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
  2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,  atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawain atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin  timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain-lain.

Jumat, 28 Oktober 2011

Manusia Dan Keindahan

Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.

Manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan.